BERITA
Belajar Sepanjang Hayat
19/Sep/2020

Sabtu 12 September 2020 di ruang pertemuan SMA K Sang Timur Yogyakarta dilaksanakan tutorial pelatihan google form tahap pertama oleh Bapak Yosep Sandhi Murdani.
Pak Yosep, panggilan akrabnya, adalah salah seorang pengajar di SMA K Sang Timur Yogyakarta. Pelatihan ini diikuti oleh sebagian guru. Pelatihan ini bertujuan untuk menjawab kebutuhan para guru yang mau tidak mau dan harus menerapkan beberapa aplikasi penilaian hasil pembelajaran peserta didik dalam situasi pandemic covid-19 ini. Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) memang memaksa para guru harus lebih kreatif baik dalam merancang skenario pembelajaran maupun dalam menyusun instrumen penilaian. Ini yang membuat sebagian guru SMA K Sang Timur, Yogyakarta, tergerak untuk menambah wawasan dan keterampilan, khususnya aplikasi penilaian daring.
Pak Yosep berinisiatif berbagi pengetahuan dan keterampilan terkait google form ini sebenarnya sudah muncul beberapa waktu yang lalu. Namun, baru direalisasikan pada saat para guru dalam proses menyusun soal untuk Penilaian Tengah Semester (PTS) 1 yang dilaksanakan pada hari Senin tanggal 14 September 2020. Dengan sabar, Pak Yosep mendampingi para guru yang sebagian sudah berusia 50 tahun lebih, mendalami dan mempraktikkan google form. Kendala yang dialami awalnya terkait koneksi internet, selebihnya dalam mengikuti langkah-langkah penyusunan google form.
Tutorial pelatihan tahap II dilaksanakan pada hari Senin 14 September 2020. Kali ini pendampingan dilaksanakan secara personal. Tutorial berjalan lancar dan selesai sesuai harapan. Semangat dan tekad untuk bisa melaksanakan penilaian ‘ala PJJ’ membuat para guru yakin bahwa ‘kami bisa dan bisa’. Bukan hal yang tabu bagi guru-guru berusia 50-an tahun harus belajar tentang Teknologi Komunikasi dan Informasi, yang berkembang begitu pesatnya, dari mereka yang usianya jauh lebih muda. Maka tepatlah pepatah Jawa yang mengatakan, “Kebo Nusu Gudel”.
Harapannya bapak ibu guru tetap bersemangat untuk selalu berlatih dan belajar seperti yang sering kita baca dan dengarkan “Life Long Learning” atau “Belajar Sepanjang Hayat”. Tak ada kata terlambat untuk terus belajar teknologi informasi, khususnya yang terkait dengan pembelajaran daring.
Oleh : Yovita Mahanari K, S.Pd
Editor : Christina Suparwanti